Family environment as the environment is known first and foremost a child has a decisive role in helping
the development of his personality. One effort is the essential meaning is to invite the children to enable
themselves with moral values to have and develop the basics of character development. These efforts
demonstrate the need for the position and responsibilities of parents. Help parents in laying the
foundations and development in the character formation of children is to create conditions that encourage
children to have the basics of good character and in its development involves two subjects namely
parents as educators and children as the educated. This paper comprehensively want to see how the
character formation of children in the family environment seen from the pattern adopted by foster parents,
with the approach of descriptive analytical method. Thus the character that develops in children can be
seen from the pattern adopted by foster parents in the home.
Tag: timur
NASIONALISME PEMUDA DALAM PERUBAHAN SOSIAL
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melihat bagaimana perubahan nasionalisme pemuda dalam perubahan sosial. Nasionalisme terancam retak oleh krisis-krisis yang menyeruak: krisis moneter, krisis moral, krisis sosial, krisis politik, krisis kebangsaan dan sebagainya. Krisis yang berkepanjangan tersebut antara lain disebabkan oleh berbagai masalah sosial kemasyarakatan seperti pertentangan politik, etnik, sosial budaya dan merebaknya sikap, perilaku permisif terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme yang berlangsung lama. Metode penulisan yang dipergunakan adalah metode deskriptif analitis.
Perubahan cara pandang pemuda tentang nasionalisme terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam kehidupan terutama dalam kehidupan sosial. Perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun sedemikian cepat sehingga mempengaruhi pola pikir dan sikap pada masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Dalam pengertian yang sangat luas perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan penting dari struktur sosial dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial.
BAHASA INDONESIA DAN NASIONALISME TIDAK PERNAH MATI: PERSPEKTIF EMPIRIS-HISTORIS
Banyak kajian dan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa nasionalisme di
Indonesia telah pudar seiring dengan perubahan jaman yang memandang
nasionalisme adalah peristiwa masa lalu yang sudah tidak relevan dengan kondisi
bangsa saat ini. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat karena nasionalisme tidak
pernah padam pada satu bangsa termasuk bangsa Indonesia. Ketika pemilihan
Presiden 2014 di Indonesia, para Capres berlomba untuk memunculkan tokoh masa
lalu seperti Soekarno yang terkenal dengan semangat nasionalismenya. Perjuangan
Soekarno pada masa mudanya untuk keluar masuk tahanan hanya untuk
mempertahankan negara Indonesia menjadi salah satu contoh kecil perjuangannya.
Peristiwa Sumpah Pemuda yang menyatakan bertanah air, berbangsa dan berbahasa
satu yaitu bahasa Indonesia mulai dimunculkan kembali. Nasionalisme jangan
dilihat dalam pemahaman yang sempit. Mestinya menjadi Elan Vital suatu bangsa
sebagai daya pemersatu bagi kemajuan peradaban yang mengarah kepada nation
state. Perjuangan bangsa Indonesia dalama arti fisik melawan penjajah memang
sudah berakhir tapi perjuangan itu sudah berubah bentuk strategi karena berbeda
situasi dan kondisi. Hal ini terkait dengan kondisi bangsa Indonesia yang sangat
beragam dalam berbagai corak kehidupan. Perbedaan justru menjadi berkah dan
pelangi yang indah bagi Bangsa Indonesia. Melalui kajian empiris dan perspektif
sejarah dengan menggunakan metode analisis deskriptif, maka dapat dilihat bahwa
bahasa Indonesia semakin berkembang seiring dengan semangat nasionalisme di
Indonesia.
PENGARUH PENDIDIKAN SEJARAH TERHADAP SIKAP NASIONALISME (Penelitian pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UHAMKA)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya sikap nasionalisme
dikalangan mahasiswa. Pada saat ini nasionalisme seakan-akan tenggelam, kini
nasionalisme menghadapi tantangan besar dari pusaran peradaban baru bernama
globalisasi. Nasionalisme sebagai kemampuan dasar (basic drive) serta daya juang
(elan vital) dari sebuah bangsa bernama Indonesia sedang diuji fleksibilitasnya
dalam arti kemampuan untuk berubah sehingga selalu akurat dalam menjawab
tantangan jaman. Fleksibilitas tidaklah mengurangi jiwa nasionalisme, justu
sebaliknya menunjukkan begitu dalamnya nasionalisme mengakar sehingga dalam
waktu bersamaan tetap hidup dan terus-menerus bermetamorfosis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara nyata tentang pengaruh
pendidikan sejarah terhadap sikap nasionalisme pada mahasiswa program studi
pendidikan sejarah FKIP UHAMKA Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif serta dianalisis juga dengan kualitatif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pendidikan sejarah mempunyai
berpengaruh terhadap sikap nasionalisme dengan hasil harga koefisien R sebesar
0.720 dengan taraf signifikansi 0.000< 0.05, sehingga memperoleh kesimpulan
bahwa pengujian menolak H
0
dan menerima H
1
, yang berarti terdapat pengaruh
yang signifikan dan positif dari variabel independen pendidikan sejarah terhadap
sikap nasionalisme mahasiswa. Hal ini berarti 72% variasi pada sikap
nasionalisme dapat dijelaskan dan dipengaruhi oleh variabel pendidikan sejarah,
sedangkan sisanya sebesar 18% dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak
dijelaskan dalam faktor ini. Hal ini menunjukkan besarnya peran pendidikan
sejarah terhadap pembentukkan sikap nasionalisme di kalangan mahasiswa.
Implikasi hasil penelitian mengisyaratkan bahwa sikap nasionalisme
mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang apabila pendidikan sejarah yang
diberikan kepada mahasiswa dapat menarik dan tidak membosankan. Peran
penting dosen sebagai pemegang kebijakan dalam menentukan pembelajaran di
kelas tidak dapat diabaikan, karena itu dosen mutlak memiliki wawasan yang luas
dan mengetahui berbagai metode dalam pendidikan sejarah sehingga dapat
meningkatkan aktifitas dan kreatifitas mahasiswa dalam mengatasi kesulitankesulitan
mahasiswa
dalam
pembelajaran
sejarah.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BETAWI
Pembelajaran materi Sejarah merupakan cabang disiplin ilmu sosial dimana Sejarah
memberikan wawasan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Metode
pembelajaran yang digunakan pada saat masih kurang variasi dan masih didominasi oleh
guru. Tujuan pembuatan tulisan ini mencoba untuk mengkolaborasikan permainan tradisional
yang ada di daerah Betawi dalam pembelajaran IPS di pendidikan dasar dimana dalam
permainan tradisional memuat kearifan-kearifan lokal yang dapat dijadikan salah satu cara
untuk membentuk karakter dan membantu peserta didik dalam memahami materi yang
diterima. Diharapkan melalui permainan tradisional, peserta didik dapat mengembangkan
kecerdasan intelektual, emosional dan mampu mengembangkan kreatifitas sehingga
pembelajaran IPS khususnya materi Sejarah dapat lebih bermakna.
Exploring Indonesian EFL Students’ Reading Strategies for Economics Texts
The present study aims to explore the types of Indonesian EFL students’ strategies to comprehend the economics texts. To identify the types of strategies, retrospections and reading comprehension tests were adopted and analyzed. The results revealed that most students with a low level of English proficiency remained more dependent on the bottom-up strategies than top-down strategies. However, using the bottom-up strategies had facilitated the students comprehend the economics texts. Thus, in spite of its limitation, the study has some implications to ESAP reading in EFL classrooms.
Single-Correct Answer (SCA) and Multiple-Correct Answer (MCA) in Multiple-Choice Computer Assisted Language Testing (CALT) Program
This paper describes the use of single-correct answer (SCA) and multiple-correct answer (MCA) in assessing secondary school students’ grammar proficiency in Indonesia. There were 154 students from year 11aged 15 year old that participated in the study. From the total 154 students; 98 students participated in the SCA test session, 103 students complete the MCA test, and 84 students filled in the survey. In addition, 52 students were recorded to attend the three sessions from the study: SCA, MCA and survey. Result of the study has shown that the design of SCA and MCA in multiple-choice the computer assisted language testing (CALT) program corresponds the main principle of language testing similar to the paper-based testing format. Although the design of both SCA and MCA tests fulfilled the requirement of CALL environment such as interactivity, flexibility, content appropriateness as well as performance; as the nature of test the application of SCA and MCA test in delivering the grammar test was believed to suggest stressful environment. The authenticity setting of both SCA and MCA test which was proposed to promote the originality of students’ work was identified to drive uncomfortable testing situation. Within comparison between the SCA and MCA tests, result of the study has shown that students preferred to SCA test than the MCA test. The SCA test was believed to serve practicality for the students to complete the grammar task for the sake of number of correct answer available. Although students were challenged to complete the grammar test carried within the MCA test format, students preferred not to have such testing as it created more uncomfortable testing environment for them.
Tinjauan Pembangkit Hidrotermis Setelah Penggabungan PLTA Pompa Pada Sistem Tenaga Listrik Jawa-Madura-Bali
With the pumped storage integrated to the power system, an analysis of its scheduling is needed. The study is in the electrical power system related to hydrothermal units in the power system of Jawa-Madura-Bali (JAMALI).The scheduling is based on the daily load curve and load distribution among hydrothermal units. With pumped storage operated, the load flow will influence the stability of power system. The objective of thermal units optimization is to minimize total operation costs. Scheduling of pumped storage and optimization of thermal units are used a particle swarm optimization (PSO) technique due to its high-performance and flexibility. PSO is used as base algorithm to search for better solution. In addition power balance, water discharge and reservoir volume are considered. For the necessity of analysing it needs to simulate in forcasting load of short term, scheduling pumped storage operation, computing load flow and minimising generation costs in the power system of JAMALI.
Online Peer Feedback and Learner Autonomy in EFL Writing Class
The information and communication technology has been utilized by most universities in Indonesia though it is rarely integrated in teaching and learning activities in classes. This paper, as part of a study to foster learner autonomy using technology based approach, investigated the roles of online peer feedback toward learner autonomy development. The data used in this study involved students’ interview transcriptions. The results showed that online peer feedback has facilitated students’ metacognitive strategies and enhanced their motivation to learn writing.
Manajemen Perawatan Preventif Menggunakan Metode Kompleksitas Perbaikan
Untuk mempermudah dalam menghitung kegiatan perawatan mesin terutama perawatan preventif, dicoba memperkenalkan konsep “Komplesitas Perbaikan”. Kompleksitas Perbaikan merupakan suatu indeks (angka) yang mengukur tingkat kerumitan sebuah peralatan/mesin. Dengan indeks ini bisa ditentukan berbagai hal yang diantaranya adalah menentukan kebutuhan jam-orang (man-hour) suatu pekerjaan perawatan dan lama maksimum mesin berhenti beroperasi selama pekerjaan perawatan. Jam-orang suatu pekerjaan adalah merupakan angka kebutuhan tenaga kerja untuk pekerjaan tersebut. Jam-orang merupakan perkalian antara jam yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan jumlah orang yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Waktu berhenti beroperasinya mesin dalam pekerjaan perawatan juga merupakan faktor penting dalam menentukan berapa lama mesin tersebut tidak bisa memberikan pelayanan (service) atau berapa lama waktu produksi yang hilang karena mesin tersebut tidak beroperasi. Dengan indeks kompleksitas perbaikan, kedua hal diatas dapat dengan mudah dihitung. Dapat disimpulkan bahwa dengan metode kompleksitas perbaikan, penataan pekerjaan perawatan akan lebih mudah.