NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA LIRIK LAGU ANAK-ANAK TEMPO DULU (Tinjauan Budaya)

http://repository.uhamka.ac.id/339/

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
PADA LIRIK LAGU ANAK-ANAK TEMPO DULU
(Tinjauan Budaya)

Nani Solihati, Nani

Keanekaragaman etnis dan kebiasaan masyarakat Indonesia menunjukkan suatu paduan warna yang besar dalam hal budaya dan karakter bangsa. Hal tersebut menjadikan mayoritas masyara┬Čkat Indonesia sangat bangga terhadap eksistensi Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan ke┬Čanekaragaman budaya dan karakter bangsa Indonesia itu sendiri. Salah satu bentuk kebudayaan atau budaya yang berlangsung terus-menerus secara turun-temurun adalah kebiasaan bergotong-royong. Budaya gotong-royong merupakan suatu konsep kehidupan yang erat sangkut pautnya dengan karakter masyarakat Indonesia sebagai masyarakat agraris, oleh karena itu budaya gotong-royong bernilai sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan karakter bangsa .
Di dalam budaya gotong royong paling tidak mengandung 3 konsep, yaitu: Pertama, sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini, tetapi akan selalu dikelilingi oleh komuni-tasnya, masyarakatnya, dan alam semesta di sekitarnya. Kedua, dalam segala aspek kehidupan manusia pada hakekatnya akan sangat tergantung kepada lingkungan sesamanya. Ketiga, dalam kehidupan sehari-hari manusia akan berusaha untuk memelihara hubungan baik dengan sesamanya, terdorong oleh jiwa sama rata-sama rasa. Seluruh konsep tersebut memberikan sifat ketergantungan secara positif kepada sesama, dimana dalam hal tersebut akan dapat menciptakan suatu perasaan aman dalam nurani yang sangat dalam. Budaya gotong royong merupakan kunci nilai-nilai kontemporer masyarakat Indonesia, yang menggambarkan tatanan kehidupan bermasyarakat di dalamnya dan semua kebijakan yang diambil dalam kehidupan bermasyarakat harus berdasarkan konsep budaya gotong royong (Bowen, 1986:545)
Segala aspek yang terdapat di dalam budaya gotong royong tersebut sejatinya memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat. Di antaranya berkaitan dengan kerja keras, semangat kebangsaan, cinta tanah air, komunikasi, peduli sosial, tanggung jawab, dan peduli lingkungan.
Namun, pada saat ini budaya gotong royong telah sulit dilakukan, terlebih di daerah perkotaan yang mempunyai kecenderungan lebih individualistis, sehingga lebih sering menolak nilai-nilai kemajemukan yang terkandung di dalam budaya gotong royong tersebut. Sulitnya penerapan budaya atau kebiasaan gotong royong saat ini, bisa dijadikan parameter bahwa ada semacam degradasi karakter pada masyarakat Indonesia saat ini.

Silahkan Download disini !

Leave a comment

Your email address will not be published.