ALIH TEKNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DI PEDESAAN

Tekad bulat pemerintah untuk menegmbangkan industri kecil di pedesaan merefleksikan adanya kesadaran bahwa proses industrialisasi yang terlalu berorientasi pada ” industri substitusi impor” tanpa memperhatikan pengembangan industri kecil mengakibatkan dualisme struktural dalam sektor industri. Industri besar padat modal dengan teknologi canggih dan ketergantungannya terhadap bahan baku impor berakibat pada ketidakmampuannya untuk memperluas kesempatan kerja.

UPAYA MENUNTASKAN MASALAH ASONGAN

Pedagang asongan yang muncul sebagai bagian dari sektor informal di kota-kota besar sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari gagalnya sektor industri modern menampung limpahan tenaga kerja yang terlempar dari sektor pertanian, yang dianggap tradisional itu. Bagi kaum migran yang tidak berhasil menembus sektor modern, kembali ke sektor pertanian hampir tidak mungkin. Jalan yang paling mudah adalah masuk ke sektor informal. Dengan sedikit modal dan keberanian melintas di tengah hiruk pikuknya arus lalu lintas, mereka boleh menyandang “profesi” sebagai pedagang asongan.

LINGKUNGAN KUMUH, KEMACETAN DAN PEMBANGUNAN PEDESAAN

Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPRD DKI Jakarta pada sidang paripurna, Rabu 15 Maret yang lalu, menyarankan agar Jakarta dicanangkan kembali sebagai kota tertutup bagi pendatang seperti pernah dicanangkan pada tahun 1970-an. Dengan kepadatan penduduk mencapai 10.500 jiwa/km2, arus urbanisasi ke Jakarta di khawatirkan akan menimbulkan daerah kumuh baru yang lebih lanjut dapat menimbulkan berbagai kerawanan sosial

MEMBANGUN PEDESAAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL

Bahwa sebagian besar penduduk Indonesia bermukim di pedesaan merupakan hal yang diketahui secara umum. Dan bahwa pembangunan pedesaan menjadi sangat penting tidak perlu diperdebatkan. Juga bahwa hasil-hasil pembangunan,terutama pembangunan pertanian, telah dapat memperbaiki kehidupan petani tidak perlu disangkal. Tapi, suatu hal yang selalu menjadi pertanyaan adalah mengapa kondisi kehidupan di pedesaan selalu tertinggal dibandingkan dengan kehidupan di perkotaan, walaupun keduanya sama-sama melaksanakan dan menikmati hasil-hasil pembangunan.

STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA BARU DAN KECIL

Pentingnya pengembangan kota-kota menengah dan kecil di negara berkembang ditegaskan oleh Rondineli, “agar menjadi pusat pelayan sosial dan umum, perdagangan, pasar regional, pengolahan hasil pertanian, pusat industri kecil, dukungan transportasi, dan komunikasi antara pedesaan dan perkotaan”. Byung Nak Sung mengusulkan “pengembangan kota menengah dan kecil di Korea untuk mendukung pengembangan kota besar dan metropolitan”

MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS DI DKI

Di Jakarta, kemacetan lalu lintas merupakan pemandangan sehari-hari. Kalau dulu hanya terjadi pada jam-jam tertentu saja, yaitu pada jam-jam pergi dan pulang kantor. Sekarang jam berapa saja dan di mana saja terjadi kemacetan lalu lintas. Apalagi kalau hari hujan. Sekadar contoh saja. Kalau kita dari Pasar Minggu, sebelum pertigaan Kalibata terus ke Pancoran sudah macet. Pada ruas jalan Cawang, Semanggi, terutama setelah Jembatan Kuningan sejumlah kendaraan merayap seperti bekicot.

HARI BEBAS TEMBAKAU TAK CUKUP DENGAN IMBAUAN

Tanggal 31 Mei 1990 telah dicanangkan sebagai “Hari Bebas Tembakau Sedunia” yang ketiga. Dalam rangka itu, masyarakat perokok di Indonesia pun di himbau untuk tidak merokok pada hari tersebut. Perbincangan bahaya asap rokok sebenarnya sudah mulai santer setelah Depkes bekerjasama dengan kantor Menetri KLH dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)menyelenggarakan seminar tentang rokok Banyak pendapatdan tulisan para pakar tentang rokok kemudian bermunculan di media massa.

MEMBENDUNG ARUS BALIK PEMUDIK : PERLU TEROBOSAN DALAM MEMBANGUN DAERAH PEDESAAN

Lebaran sebagai hari kemenangan yang perlu dirayakan bersama keluarga telah memunculkan tradisi khas Indonesia. Tradisi mudik. Entah kapan tradisi ini dimulai. Tapi yang jelas, setiap menjelang Lebaran terminal bus dan stasion kereta api diserbu pemudik. Begitu juga kira-kira seminggu setelah lebaran, Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya sibuk ” menyambut ” penduduknya yang baru saja berlebaran di kampung halamn.

TEKNOLOGI UNTUK KAUM WANITA DI PEDESAAN

Pada setiap bulan April kita terutama kaum wanita selalu memperingati hari kelahiran seorang pejuang emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini. Pada zamannya dimana kaum wanita hanya menjadi warga masyarkat kelas dua, dengan caranya sendiri beliau berjuang mengangkat harkat dan derajat kaumnya. Beliau memperjuangkan persamaan hak bagi kaum wanita untuk memperoleh kesempatan yang sejajar dengan kaum pria. Sekarang harus diakui bahwa perjuangan beliau telah menunjukan hasil. Banyak kaum wanita menduduki jabatan penting dan pekerjaan yang patut di banggakan. Mulai dari pengusaha, pejabat pemerintah seperti dirjen, menteri dan duta besar, dokter, profesor dan bahkan calon antariksawati

KEBIJAKAN TEKNOLOGI WILAYAH DI KOREA :TEKNOPOLIS GENERASI KETIGA

Teknologi memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat dan perekonomian nasional melalui penemuan, pengalihan, difusi dan aplikasi pengetahuan baru. Dengan demikian, pengembangan teknologi sangat erat kaitannya dengan keunggulan daya saing yang diupayakan oleh setiap negara yang sedang menghadapi persaingan yang sangat ketat karena perubahan ekonomi global yang sangat cepat (Sung and Hyun, 1998; Porter, 1990). Dalam kaitan ini, pengembangan ekonomi yang dihela oleh teknologi merupakan inti dari kebijakan pemerintah Korea selama 40 tahun terakhir. Satu dari banyak kebijakan yang menjanjikan adalah membangun kawasan industri dan/atau taman riset yang disebut sebagai teknopolis, dimana teknopolis ini menciptakan keterkaitan yang erat antara pemerintah, universitas, lembaga riset dan perusahaan untuk melakukan inovasi teknologi dan produk baru, mengalihkan dan mengkomersialisasikan terknologi dan produk tersebut serta memberi dukungan bagi usaha kecil menengah melalui program inkubasi (ITEP, 1998).