PERSEPSI MASYARAKAT PROPINSI BANTEN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH (Studi Kasus di Kabupaten Pendeglang Kotamadya Tangerang dan Kotamadya Tangerang Selatan

Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Banten terhadap Perbankan Syariah (Survey pada Masyarakat di Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang Propinsi Banten)”. Aktivitas bisnis menurut perspektif Islam meliputi sirkulasi kemakmuran, security, otentik, equity, kesejahteraan tenaga kerja, dan moralitas. Perbankan syariah menerapkan sistem bebas bunga yang bertujuan untuk keadilan, kesejahteraan (sosial maupun ekonomi) dan melindungi hak milik masyarakat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi antara masyarakat di Banten yang terdiri dari tiga kota/kabupaten yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Banten. Sampel yang digunakan sebesar 1000 responden dengan memberi kuesioner secara langsung. Sedangkan kuesioner yang dapat diolah hanya sekitar 857 kuesioner. Ini dikarenakan ada 90 kuesioner yang yang tidak kembali dan ada 53 kuesioner yang rusak sehingga tidak memungkinkan untuk diolah lebih lanjut.
Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah dengan Annova oneway. Hasil pengujian untuk variabel persepsi masyarakat di Banten terhadap perbankan syariah nilai probabilitasnya 0,000 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 (P<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara masyarakat di Banten yang terdiri dari tiga kota/kabupaten yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang terhadap perbankan syariah.

Patient safety climate survey in 11 Indonesian hospitals

Background
The measurement of Patient Safety Climate (PSC) is very important
before implementing patient safety initiatives in hospital. The PSC
Survey was developed to evaluate the patient safety climate of Indonesian
hospital.
Materials and methods
A cross-sectional survey design was used. The survey tool was designed
to measure 4 dimensions of PSC, including transformational
leadership, teamwork, individual consciousness, and PS culture. The
survey included 9 personnel characteristics questions and 80 items
of safety issues using 5-Likert scales. The instrument was tested toevaluate its psychometric properties and administered to 11 various
type of hospitals in Jakarta, Indonesia.
Results
The response rate was 68,2%. The psychometric properties of PSC
were good (Cronbach’s α: 0.51 to 0.86, t-scores >1.96, and Q square
pred. relevance= 68. 9%).T he results showed that there were various
scores of 4 dimensions of the PSC. Transformational leadership contributed
the highest probability in building better patient safety at
hospital level compared to the other dimensions.
Conclusions
The PSC survey showed good psychometric properties and was able
to measure an accurate assessment of the overall patient safety climate
across various Indonesian hospitals.

Mapping Faith-Based Responses to Sexual and Reproductive Health and Rights in Indonesia: A snapshot from 10 Muslim, Christian, Hindu, Buddhist and Confucian Faith-Based Organisations

Mapping Faith-Based Responses to Sexual and Reproductive Health and Rights in Indonesia: A snapshot from 10 Muslim, Christian, Hindu, Buddhist and Confucian Faith-Based Organisations http://repository.uhamka.ac.id/1184/ http://repository.uhamka.ac.id/1184/1/Indonesia%20mapping%20study.pdf Download Disini !

Belajar Mudah Kimia Analisis

Belajar Mudah Kimia Analisis http://repository.uhamka.ac.id/1185/ http://repository.uhamka.ac.id/1185/1/BUKU%20AJAR%20KIMIA%20ANALISIS.pdf Download Disini !

Kimia Pangan dan Gizi

Kimia Pangan dan Gizi http://repository.uhamka.ac.id/1186/ http://repository.uhamka.ac.id/1186/1/Buku%20Ajar%20KPG.pdf Download Disini !

The Effect of Increased Level of Avocado (Persea americana Mill.) Seed Starch as Binding Agent on Physical Properties of the Liquorice Extract (Glycyrrhiza glabra Linn.) Lozenges

The utilization of avocado (Persea americana Mill.) seed has not been optimal even though it is known to
be high in starch and can be used as a binder for formulation of the lozenges. The purpose of this study was
to determine the effect of increased level of avocado (Persea americana Mill.) seed starch as a binding
agent on the hardness and friability of liquorice (Glycyrrhiza glabra Linn.) extract lozenges using wet
granulation method. The lozenges were made from four formulas based on different avocado seed starch
concentrations of 5, 10, 15, and 20%. Evaluations of the lozenges included visual test, weight uniformity,
size uniformity, hardness, friability and disintegration time. The result of hardness and friability test was
analyzed with one-way ANOVA with 95% confidence level (α = 0.05) followed by the Tukey HSD. It
showed that 15% and 20% concentration of avocado seed starch meet the hardness specification of the
lozenges with value 11,09 Kgf and 13,30 Kgf, respectively. The formula using 20% concentration of
avocado seed starch meets the requirement of lozenges friability with value 0,45%. It can be concluded that
the increased concentration of avocado starch as binder for the lozenges can increase the hardness and
reduce the friability of the lozenges.

Public Counseling: An Educational Model to Improve Medication Adherence in Type 2 Diabetes Mellitus Patients

Introduction: Diabetes mellitus is a major chronic illness worldwide, including in Indonesia. Also, the
adherence to antidiabetic medicines remains unsatisfactory. Aim: This study aimed to evaluate the effectiveness
of public counseling to increase medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: This
prospective study used a pre-test-post-test quasi-experimental design. It was conducted at Pondok Kelapa
primary health care center in East Jakarta. The intervention was public counseling that was delivered once per
month for three months (12 weeks) of the study period. The A1C (glycated haemoglobin) was assessed twice,
i.e., before and after the intervention. Results: Among the 30 patients who met the inclusion criteria, 83.3% of
them had the A1C level >6.5%. After 12 weeks of intervention, the percentage of A1C significantly declined
to 23.3% (p=0.00). Conclusion: Public counseling is effective to increase medication adherence in patients
with type 2 diabetes mellitus.

Immunohistochemical Study of the Laminin α5 Chain and Its Specific Receptor, Basal Cell Adhesion Molecule (BCAM), in both Fetal and Adult Rat Pituitary Glands

Laminin, a major basement membrane protein, comprises three subunit chains: α, β, and γ
chains. Among these chains, only the laminin α chain is capable of signaling via laminin
receptors. Although laminin isoforms containing the α5 chain were reported to be the first
laminin produced during rat anterior pituitary gland development, the functions of these
isoforms are unknown. We used immunohistochemical techniques to localize the laminin α5
chain and its specific receptor, basal cell adhesion molecule (BCAM), in fetal and adult
pituitary gland. Laminin α5 chain immunoreactivity was observed in the basement
membrane of the primordial adenohypophysis at embryonic days 12.5 to 19.5. Double
immunostaining showed that BCAM was present and co-localized with the laminin α5 chain
in the tissue. Quantitative analysis showed that the laminin α5 chain and BCAM were
expressed in the anterior pituitary gland during postnatal development and in adulthood
(postnatal day 60). In the adult gland, co-localization of the laminin α5 chain and BCAM was
observed, and BCAM was detected in both the folliculo-stellate cells and endothelial cells.
These results suggest that laminin α5 chain signaling via BCAM occurs in both the fetal
adenohypophysis and adult anterior pituitary gland.

ISOLASI PEKTIN DARI KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENGIKAT PADA SEDIAAN PASTA GIGI

Buah naga selain dikonsumsi dalam bentuk segar juga diolah menjadi beberapa produk olahan. Kulit buah naga mengandung pektin ±10,8%. Pada industri farmasi dan makanan, pektin digunakan sebagai pengikat, pembentuk gel, penstabil, dan pengental. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi pektin, mengkarakterisasi pektin dan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pektin sebagai bahan pengikat terhadap viskositas yang dihasilkan pada sediaan pasta gigi. Pektin yang dihasilkan dianalisa secara kualitatif menggunakan FTIR dan memenuhi persyaratan JEFCA ( Joint Expert Committee for Food Additives (FAO/WHO)) dengan nilai susut pengeringan 11,03%, kadar abu 0,41 %, berat ekivalen 617,29 mg dan kadar metoksi 6,50% . Pektin yang sudah dikarakterisasi dibuat pasta gigi dalam 4 formula dengan konsentrasi pektin sebesar 3%, 3,5%, 4% dan 4,5%, kemudian dievaluasi sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan sifat alir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat konsentrasi penggunaan pektin kulit buah naga maka semakin besar pula viskositas yang dihasilkan.

PENGGUNAAN KOMBINASI FOTOKATALIS TiO2 DAN ARANG AKTIF UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH FARMASI

Air limbah farmasi memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan. Air limbah tersebut
dicemari oleh zat kimia organik dan anorganik. Limbah antibiotik seperti misalnya
siprofloksasin dapat bersama-sama dengan limbah anorganik seperti ion Cu(II) di perairan.
Metode fotokatalisis menggunakan TiO2 telah terbukti berpotensi untuk mengatasi
pencemaran limbah dengan cara yang ramah lingkungan serta menghemat biaya. Arang aktif
merupakan media adsorpsi yang tepat untuk disisipkan katalis TiO2 karena dapat
menangkap dan menjerap partikel-partikel sangat halus, tidak bersifat racun, mudah didapat ,
ekonomis dan dapat meningkatkan aktivitas fotokatalitik dari TiO2 dengan memperluas
permukaan serta mencegah penggumpalan partikel dari TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh keberadaan arang aktif dan lama penyinaran terhadap efektivitas proses
fotodegradasi siprofloksasin yang terkatalisis TiO2 dengan keberadaan ion Cu(II). Metode
penelitian dilakukan dalam suatu reaktor tertutup yang dilengkapi dengan satu sdkkat
pengaduk magnetik dan lampu tungsten sebagai sumber sinar tampak. Variasi lama
penyinaran yang digunakan adalah 20, 40, 60, 80 dan 100 menit. Sedangkan massa
kombinasi TiO2 dengan Arang aktif yang digunakan adalah 25 :1, 30 : 1, dan 35 : 1. Metode
yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi siprofloksasin adalah Spektrofotometri Ultra
Violet dan konsentrasi ion Cu(II) menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil
penelitian menunjukan adanya pengaruh variasi lama penyinaran dan variasi massa TiO2 dan
arang aktif pada fotodegradasi siprofloksasin dan fotoreduksi ion Cu(II). Kondisi optimal
lama penyinaran pada proses fotodegradasi siprofloksasin dan fotoreduksi ion Cu(II) adalah
100 menit dan dengan variasi TiO2 kombinasi Arang Aktif adalah 35 : 1, pada kondisi tersebut
siprofloksasin yang terdegradasi 82,18 % dan ion Cu(II) yang tereduksi 89,83 %.