Minat dan Bakat dalam bidang olahraga nasional-UHAMKA
Author: 4dm1n_1ct
Minat dan Bakat bidang Seni Nasional-UHAMKA
Minat dan Bakat bidang Seni Nasional-UHAMKA
olahraga lokal
minat dan bakat olahraga lokal
seni lokal
minat dan bakat seni lokal
SERTIFIKAT KOMPETENSI ICT UHAMKA
SERTIFIKAT KOMPETENSI ICT UHAMKA
abdimas nasional uhamka
abdimas nasional uhamka
kerjasama bidang pendidikan-nasional_UHAMKA
kerjasama bidang pendidikan-nasional_UHAMKA
Kerjasama bidang penelitian Nasional-UHAMKA
Kerjasama bidang penelitian Nasional-UHAMKA
POLA PENGOBATAN FLUOR ALBUS Dl RUMAH SAKIT UMUM PUSAT NASIONAL DR CIPTO MANGUNKUSUMO SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (ANALISIS DATA REKAM MEDIK TAHUN 2006-2007)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karaktcristik pasien Fluor Albus (FA) yang datang bcrobat ke RSCM, mengetahui etiologi yang tersering pada FA, mengetahui hubungan manifestasi kliiiik/keluhan dengan etiologi FA, mengetahui perbedaan pola pengobatan FA oleli dokter dari Departemeu Obstetri Cinekologi dan Departemen llmu Penyakit Kulit kehimin, mengetaliui faktor-faktor yang mempengaruhi pengobatan FA, mengetahui tingkat kesesuaian pengobatan dengan standar terapi yang ada. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif dan analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Hasil menunjukkan bahiva penyakit flu or albus ditemukan pada 7 7,6% pusicn karena tertiilar melalui hubungan seksual dan 82,4% pasien pada klinik obstetrik-giuekologi. Hasil penelitian didapatkan bahzoa penyakit FA bauyak terjadi pada penderita kelompok umur reproduktif. Pekerjaan umumnya sebagai ibu rumah tangga (IRT), dengan status marital menikah. Keluhan yang banyak diberikan adalah gatal, dull tidak berbau atau berban asam, dull berwarna putih kuning dan kental. Penyebab FA terbanyak adalah Kandidiasis vaginalis. Terdapat hubungan bermakna antara keluhan/manifestasi klinik dengan FA. Hubungan bermakna ini terlihnt pada FA yang disebabkan oleli kandidiasis zmginalis dan bakteriosis vaginalis. Terdapat perbedaan pola pengobatan FA berdasarkan etiologi (kandidiasis dan bakteriosis) antara dokter dari Departemen Obstetri Cinekologi dan Departemen llmu Penyakit Kulit kelamin. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengobatan FA oleli dokter Departemen Obstetri Cinekologi dan llmu Penyakit Kulit kelamin adalah: faktor keluhan, etiologi, faktor nsiko, dan penyakit penyerta. Faktorumur pekerjaan dan status marital secara statistik, tidak memiliki hubungan yang bermakna. Tingkat kesesuaian antara pengobatan dengan standar terapi obat untuk FA di RSCM cukup rendah, dimana sebagian besar pasien diobati secara empiris
THE EFFECT OF β-LACTAM ADMINISTRATION ON NEW INFECTION BY ESBL PRODUCTION BACTERIA AT PERSAHABATAN HOSPITAL
The excessive administration of antibiotics betalactame. especially third generation
cephalosporin widely for the treatment of infections in hospital was thought to be one
factor contributing to infection by bacteria Extented-Spectrum-Betalactamase (ESBL).
In hospital Persahabatan known that many third-generation cephalosporin antibiotic
used for the treatment of hospitalized patients. This study aimed to determine the effect
of beta-lactam antibiotics against infection by the emergence of ESBL-producing
bacteria at Persahabatan hospital Jakarta period January to March. 2013. This study was
case control study.involving patients with ESBL positive as case group and ESBL
negative as control group. Historical use of antibiotics during hospitalization in
Persahabatan traced in medical records retrospectively. Data were analyzed using chisquare
test
or
fisher
exact
test
followed
by
odd
ratio
calculation
and
calculate
the
DDD
(Defined
Daily
Dose)
to
determine
the
quantity
administration
of
antibiotic
betalactame.
A
total of 100 patients.50 patients are included into the case group and 50 into the
control group. Bivariate analysis showed that a history of antibiotic Betalactame use in
general (p = 0.357) was not a factor influencing the emergence of infections by ESBLproducing
bacteria. Historical administration of ceftriaxone (third-generation
cephalosporin) (p = 0.016. OR = 2.705. 95% CI = 1.197 to 6.113) were factors that
influence the emergence of infections by ESBL producing bacteria.